Sabtu, 24 Maret 2012

Pengertian fotografer

FOTOGRAFI ADALAH SENI


Pendahuluan
Saya berpendapat "Fotografi adalah seni , ia juga bagian dari seni".
Awal
Pada awal tulisan ini saya telah mengatakan bahwa fotografi adalah seni.
Memang kita mengetahui bahwa sebuah karya foto adalah hasil akhir dari sebuah proses yang terjadi seketika (sepersekian detik) & karya foto juga hasil akhir yang terjadi dari alat yang bernama kamera dan selanjutnya proses yang terakhir untuk mewujudkan karya tersebut adalah proses kimiawi (kamar gelap atau lab cetak warna).
Selanjutnya karya foto adalah karya cipta yang berasal dari rekaman keadaan yang secara realistis ada (subyek) atau kasat mata, karya foto tidak seperti karya lukis dimana si pencipta dapat menciptakan atau melakukan transformasi dari apa yang dilihatnya atau dirasakannya, karya foto adalah rekaman.
keadaan apa yang ada (realistis dan kasat mata) , hal ini serupa yang juga dikatakan seniman Adi Wicaksono dalam papernya "Realitas dalam makna fotografi" mengatakan bahwa foto adalah representasi ulang dunia obyek atau kenyataan, menampilkan, mempersembahkan utuh kenyataan. Tapi bukan itu yang menjadikan karya foto adalah seni !.
Seni
Untuk menjawab dari manakah sebuah karya dikatakan seni dan untuk menjawab bahwa foto adalah seni adalah dengan kita mengetahui dahulu definisi dari seni itu sendiri yang tertulis melalui banyak tulisan, seperti :

• Seni menurut Buku Pegangan pendidikan seni rupa , karangan DHARMAWAN , penerbit AMICO , hal 2 , seni adalah "...........Lewat karya seni yang dibuatnya , seorang seniman menyatakan keberadaanya, mengungkapkan jiwannya dan emosinya serta pengalamannya dan penghayatan estetisnya; lewat karya seni seorang seniman bercerita tentang pandangan hidupnya, cita-cita, watak, dan karakternya, serta suka duka atau rindu dendamnya dan sebagainya. Jadi jelasnya karya seni berfungsi sebagai media ekspresi bagi pembuatnya................",

• Seni menurut Buku Aesthetics, karangan Egune Vernon , terjemahan W.H.Armstrong, London, hal 89 "Art is the manifestation of emotion obtaining external interpretation.....",

• Seni menurut Dadan Suwarna dalam artikel Ekspresi seni dan wilayah subyektifitas , Oleh Dadan Suwarna, Kompas 18 Juli 1999, Hal 5 "Seni sendiri lebih banyak berbicara tentang pengekspresian seniman terhadap sekelumit persoalan kehidupannya"
catatan : definisi seni yang dicantumkan sesuai perkembangan dari teori seni pada era 19-an.
Maka jelas dari definisi-definisi diatas bahwa seni lebih bicara kepada diri manusia yang mengungkapkan dirinya kedalam karya itu, entah yang diungkapan perasaan, kebenciaan, kegembiraan, kebebasan dll... yang selanjutnya semua itu disebut ekspresi

.Asal Kata fotografi????
Mata manusia dapat melihat, karena ada cahaya yang menyinari benda tersebut, dan memantulkan ke mata kita sehingga dapat dilihat oleh mata manusia. Begitu juga dengan fotografi. Cahaya yang dipantulkan di tangkap dan direkam oleh media perekam film / sensor digital. Cahaya menajadi media penghantar warna dan bentuk benda alam kedalam mata / film / sensor digital. Fotografi berasal dari kata PHOTOS yang berarti CAHAYA dan GRAPHOS yang berarti MENULIS atau MELUKIS. Foto tidak akan jadi tanpa cahaya.
Jenis - Jenis Cahaya…??
Cahaya Alam: •Matahari, Api, Lava
Cahaya Buatan : •Continous Light •Flash Light
Setiap cahaya di nyatakan dalam derajat Kelvin antara 2000 K - 20.000 K. Dalam bahasa digital, warna cahaya di nyatakan dalam White Balance.
Jenis2 kamera,,,??







•Kamera 35 mm compact / pocket.














•Kamera 35 mm range finder















•Kamera 35 mm SLR (Single Lens Refflect).














•Kamera TLR (Twin Lens Refflect)













•Kamera Medium format.













•Kamera View / Large format.
















•Kamera Digital.



















•Kamera instan 1.



























Cara kerja Kamera???
Obyek diterangi cahaya>>>cahaya dipantulkan obyek masuk kedalan lensa>>>kemudian difokuskan>>>dipantulkan cermin>>>gambar dibalik oleh prisma>>>hingga dapat dilihat di jendela bidik.
Ketika tombol pelepas rana / shutter release ditekan, cermin terangkat, menutupi tabir pengamat (focusing screen) sehingga cahaya membakar film / ditangkap sensor digital. Sesudah cahaya mengenai film / sensor, cermin kembali ketempat semula.
Treeangle kamera/ tiga hal dalam fotografi yang penting dan perlu dikuasai???

Proses
Memang dalam segi proses karya foto dan karya seni rupa yang dihasilkan sang seniman sangat berbeda. Karya seni rupa benar-benar upaya dari sang seniman untuk dapat mentranformasikan apa yang ada baik itu abstrak (perasaan / emosi) atau kasat mata. Seniman seni rupa lebih berperan dalam proses penciptaan karyanya dari awal hingga akhir (bersingungan langsung), ada intens kedekatan antara sang seniman dan karyanya.
Seni rupa lebih bebas di ekspresikan tanpa batasan-batasan, akhirnya karya seni rupapun berkembang, dari masa klasik, naturalis, ekspresionis, impresionis, dadais, suryalis, kubisme dan lain sebagainya.

Sedangkan karya foto lebih kepada upaya menduplikasi kembali keadaan yang nyata ada (reduplikasi kenyataan ) atau menyajikan kembali / mempresentasikan kembali keadaan yang ada (relalistis) kasat mata secara utuh, yang semua itu terjadi seketika. Maka karya fotogarfi seni lebih bersifat menyimbolkan apa yang diekspresikan oleh fotografer melalui subyek yang diabadikannya.
Pada proses fotografi, kadang kala seorang fotografer tidak perperan penuh dari awal hingga terjadinya karya foto, kadang proses finishing seperti cuci dan cetak dikerjakan bukan oleh dirinya (kecuali apabila ia pun memahami proses darkroom).
Hal inilah yang kadang membuat fotografi diangap telah merusak kesenian, fotografi telah mengancam seniman seni rupa,"Fotografi telah menodai kesucian kesenian dengan menghapus kesenimanan"seperti yang dikatakan Rama Surya dalam Fotomedia 1996, berjudul Yang kuat yang kalah selanjutnya hal sama dikemukakan oleh C.R Badcock dalam bukunya "Kegilaan dan modernitas", penerbit Arcan, "sejak fotografi muncul .... pelukis secara efektif menjadi musuh kultur modern dan musuh teknologi yang, dalam bentuk kamera, mengancam dan menghancurkan raison d'etre artistik". Selanjutnya fotografer pun dimarjinalkan dengan sebutan seniman instanmatik, tukang.

Fotografi adalah Seni melihat
Dalam kamus bahasa Indonesia pengertian fotografi adalah seni atau proses penghasilan gambar dan cahaya pada film. Pendek kata, penjabaran dari fotografi itu tak lain berarti "menulis atau melukis dengan cahaya". Tentunya hal tersebut berasal dari arti kata fotografi itu sendiri yaitu berasal dari bahasa Yunani, photos (cahaya) dan graphos yang berarti tulisan.
Nah, melihat pengertian tersebut terlihat ada persamaan antara fotografi dan karya seni lukis atau menggambar. Yang jelas perbedaannya terletak pada media yang digunakannya.

Bila dalam seni lukis yang dipakai gambar dengan menggunakan media warna (cat), kuas dan kanvas. Sedangkan dalam fotografi menggunakan cahaya yang dihasilkan lewat kamera. Tanpa adanya cahaya yang masuk dan terekam di dalam kamera, sebuah karya seni fotografi tidak akan tercipta.

Selain itu, adanya film yang terletak di dalam kamera menjadi media penyimpan cahaya tersebut. Film yang berfungsi untuk merekam gambar tersebut terdiri dari sebuah lapisan tipis. Lapisan itu mengandung emulsi peka di atas dasar yang fleksibel dan transparan. Emulsi mengandung zat perak halida, yaitu suatu senyawa kimia yang peka cahaya yang menjadi gelap jika terekspos oleh cahaya. Ketika film secara selektif terkena cahaya yang cukup maka sebuah gambar tersembunyi akan terbentuk. Tentunya gambar tersebut akan terlihat jika film yang telah digulung ke dalam selongsongnya kemudian dicuci dengan proses khusus.

Aktivitas berkreasi dengan cahaya tersebut tentunya sangat berhubungan dengan pelakunya (subjek) dan objek yang akan direkam. Setiap pemotret mempunyai cara pandang yang berbeda tentang kondisi cuaca, pemandangan alam, tumbuhan, kehidupan hewan serta aktivitas manusia ketika melihatnya di balik lensa kamera. Cara memandang atau persepsi inilah yang kemudian direfleksikan lewat bidikan kamera. Hasilnya sebuah karya foto yang merupakan hasil ide atau konsep dari si pembuat foto.
Andreas Feininger (1955) pernah menyatakan bahwa "kamera hanyalah sebuah alat untuk menghasilkan "karya seni". Nilai lebih dari karya seni itu dapat tergantung dari orang yang mengoperasikan kamera tersebut.

Tampaknya ungkapan Feininger ada benarnya. Bila kamera diumpamakan sebagai gitar, tentunya setiap orang bisa memetik dawai gitar tersebut. Tapi belum tentu mampu memainkan lagu yang indah dan enak didengar. Begitu halnya dengan kamera, setiap orang dapat saja menjeprat-jepret dengan kamera untuk menghasilkan sebuah objek foto. Tapi tidak semua orang yang mampu memotret itu menghasilkan karya imaji yang mengesankan. Sebuah foto yang sarat akan nilai di balik guratan warna dan komposisi gambarnya.

Bila sebuah karya foto adalah hasil kreativitas dari si pemotret, tentu saja ada respon dari orang yang memandangnya. Almarhum Kartono Ryadi, fotografer kawakan di negeri ini pernah berkomentar, bahwa foto yang bagus adalah foto yang mempunyai daya kejut dari yang lain. Pandangan tentang bagaimana nilai foto yang bagus itu juga dikemukakan oleh seorang fotografer professional, Ferry Ardianto.
Menurut dia foto yang bagus adalah foto yang informatif yang mencakup konteks, content , dan komposisi (tata letak dan pencahayaan). Maksud dia, konteks berarti ada hal yang ingin divisualkan dengan jelas, misalnya tentang pemandangan. Di sisi lain, istilah content maksudnya apa yang ingin ditampilkan untuk memenuhi konteks gambar tersebut.

Foto Digital
Lalu bagaimana dengan maraknya foto digital? Berbeda dengan kamera konvensional, fotografi digital tidak lagi memerlukan film, kamar gelap dan aneka jenis bahan kimia untuk mencuci film. Sebagai pengganti film, di dalam kamera jenis ini dipakai alat berupa chip yang disebut charge couple device (CCD) untuk merekam gambar.
Walaupun demikian, presepsi akan definisi dasar bahwa teknik fotografi adalah "melukis dengan cahaya" belum berubah. Pasalnya fotografi digital telah tercipta melalui proses kreatif manusia dengan bantuan kamera. Hukum-hukum fotografi yang mencakup pencahayaan, bukaan diagfragma, kecepatan (speed), dan ruang tajam (depth of field), tidak mengalami perubahan.

Menurut Drs. Purwanto, seorang dosen seni rupa Universitas Diponegoro, Semarang, fotografi dalam kedudukannya adalah seni yang sejajar dengan senirupa lainnya di Indonesia. Hanya saja sudah semestinya fotografi dengan segala bentuk eksplorasinya tidak boleh keluar dari batasan-batasan fotografi itu sendiri.
Dalam fotografi yang bermakna seni untuk melihat, menuntut sikap pemotret untuk selalu mengasah teknik-teknik dasar fotografi itu sendiri. Elemen dasar tersebut berupa bentuk, tekstur, garis serta pola yang sangat memengaruhi imaji yang akan diabadikan.

Bila elemen tesebut dikombinasikan dengan unsur komposisi, bingkai, sudut bidik serta pencahayaan yang tepat, tentunya akan menghasilkan foto yang lebih bermakna.
Hasil karya seni memang relatif, bagaimana cara orang memandang, dari sudut mana. Para pembuat foto tentunya ingin orang lain menikmati dan menghargai hasil bidikannya.

Daftar Istilah Fotografi
Dalam seni rupa, fotografi adalah proses pembuatan lukisan dengan menggunakan media cahaya. Sebagai istilah umum, fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu obyek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai obyek tersebut pada media yang peka cahaya. Alat paling populer untuk menangkap cahaya ini adalah kamera.

Prinsip fotografi adalah memokuskan cahaya dengan bantuan pembiasan sehingga mampu membakar medium penangkap cahaya. Medium yang telah dibakar dengan ukuran luminitas cahaya yang tepat akan menghailkan bayangan identik dengan cahaya yang memasuki medium pembiasan (selanjutnya disebut lensa).

Untuk menghasilkan ukuran cahaya yang tepat untuk menghasilkan bayangan, digunakan bantuan alat ukur lightmeter. Setelah mendapat ukuran cahaya yang tepat, seorang fotografer bisa mengatur cahaya tersebut dengan mengatur ASA (ISO Speed), diafragma (aperture), dan penggunaan filter.
slowspeed dalam photografi
username :MunawirN

biasanya photo ini diambil pada malam hari dan cahaya yang sedikit namun ada pula yang mengemukakan bahwa photoslow speed harus speed yang rendah dan bukaan yang besar dan uga harus menggunakan treepot…

photo slowspeed bukan hanya menggunakan kamera digital tapi juga bisa menggunakan kamera analog dari namanya saja kita sudah tau perbedaannya dan cara menggunakannya, misalkan kita menggunkan kamera digital kita hanya menyeting kameranya misalkan diagfragma..speed…dan iso..sedangkan pada kamera analog kita memerlukan bantuan jam untuk berapa lama kita menekan staterkonnya dan kalo hasilnya kita belum tau hasilnya bagus atau ofer ander tapi bila kita mendapatkan hasil yang menarik kita bisa mencetak sebesara apapun karena tidak terhambat oleh ukuran photo….sedangkan kamera digital kita bisa melihat hasilnya langsung dan tau yang mana yang hasil bagus dan yang mana yang hasilnya ofer dan ande sehingga kit bisa mendelet photonya dan kameara digital mempunyai batasan ukuran photo sehingga tidak bisa diperbersar…jika diperbesar maka hasil cetakanya akan pecah….

Photografer Vs Photoshopgrafer
Fajar nurdiansyah
Sekarang ini dunia photography sedang menjamur terutama dikalangan anak muda, entah mereka serius atau hanya sekedar mengikuti trend??perkembangan olah gambar pun menjadi trend, bnyak software untuk mengolah gambar dari produk Adobe, coreldraw dan masih banyak lgi. Jaman yang serba Digital ini memudahkan para photographer atau yg baru mencoba hobi jepret2 ini.

Sebelum munculnya kamera Digital SLR para photographer menggunakan kamera SLR yang sangat diperlukan penguasaan teknik Photography yang baik untuk mendapatkan hasil yang baik tanpa harus mengolah foto tersebut di salah satu software olah gambar yang populer saat ini. Berbeda dengan skarang setelah adanya kamera DSLR ini dan juga perkembangan software2 olah gambar para photographer sangat dipermudah dalam pengambilan objek lalu mengolahnya di salah satu software tersebut, tapi mereka harus benar2 memikirkan konsep setiap mereka memotret suatu objek jadi walaupun photographer jaman sekarang hasil fotonya identik dengan pengolahan digital atau nama kerennya photoshopgrafer,hehehehe….tapi mereka harus bnr2 mikirin konsep ketika mereka memotret untuk mendpatkan foto yang terkonsep.

2 komentar: